Geser ke atas untuk baca artikel
Example 325x300
Example 120x600
Example 120x600
Headline

Presiden Jokowi Kecam Keras Serangan Militer Israel ke Rafah

×

Presiden Jokowi Kecam Keras Serangan Militer Israel ke Rafah

Sebarkan artikel ini

Alenia.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengutuk dengan keras serangan militer Israel di Rafah, Palestina, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kota Dumai, Riau, pada Sabtu (01/06/2024).

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas peningkatan kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini.

“Meskipun sudah sering saya sampaikan, saya ingin menegaskan kembali bahwa Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Rafah,” ujar Presiden Jokowi dengan tegas.

Presiden Jokowi juga menekankan bahwa Israel harus mematuhi hukum internasional, termasuk perintah Mahkamah Internasional untuk menghentikan serangan mereka terhadap Palestina.

“Israel seharusnya mematuhi keputusan Mahkamah Internasional, termasuk menghentikan ofensif serangan ke Palestina,” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas Indonesia dalam menentang pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional, serta dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Sebelumnya, Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) telah mengeluarkan keputusan yang memerintahkan Israel untuk menghentikan serangan mereka di Rafah.

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (24/05/2024).Dalam putusannya yang dikutip dari situs resminya, Mahkamah Internasional memerintahkan Israel untuk segera menghentikan serangan militer dan tindakan lainnya di Kegubernuran Rafah yang dapat memperburuk kondisi kehidupan masyarakat Palestina di Gaza, yang berpotensi menyebabkan kehancuran fisik baik secara keseluruhan maupun sebagian.

Selain itu, Israel juga diwajibkan untuk menjaga agar penyeberangan Rafah tetap terbuka untuk memastikan layanan dasar dan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan.

“Langkah-langkah efektif harus diambil untuk menjamin akses tanpa hambatan ke Jalur Gaza bagi komisi penyelidikan, misi pencarian fakta, atau badan investigasi lainnya yang diberi mandat oleh badan-badan PBB yang berwenang untuk menyelidiki tuduhan genosida,” demikian bunyi putusan tersebut. (*)

Example 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *